Dashboard 50.000 Lapangan Kerja Kota Medan
Sampai triwulan III 2026 Disnaker mencatat — pencari kerja ditempatkan, setara — target. Untuk mencapai 50.000 pada akhir 2029 dibutuhkan sekitar — pekerjaan baru per bulan. Survei lapangan berjalan: — DUDI dan — warga sudah menjawab.
Kontak: Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan · brida@medan.go.id
Laju penempatan 2026 sekitar — orang per bulan, sedangkan target menuntut — per bulan. Selisih ini yang diuji di halaman Sistem dinamis.
Target 50.000 per bulan, 2026–2029
Target dibagi rata ke 48 bulan, sekitar 1.042 pekerjaan per bulan atau 2,08% dari 50.000. Persen kumulatif = target s.d. bulan itu dibagi 50.000. Realisasi bulanan 2026 belum tersedia; yang ada hanya kumulatif s.d. September (TW III) dari IPK Disnaker, dibandingkan dengan target kumulatif bulan yang sama.
| Bulan | Target bulan ini | % dari 50.000 | Target kumulatif | % kumulatif | Realisasi kumulatif | % capaian |
|---|
Pencaker terdaftar vs ditempatkan, 2025
Per bulan. Lonjakan Juni dan November mengikuti job fair Disnaker.
Kemajuan survei lapangan
Salinan Google Sheets jawaban formulir, diperbarui otomatis tiap jam (07.00–22.00 WIB).
Struktur pekerja per sektor
Persen pekerja, 2025.
Formal vs informal
Persen pekerja, 2025.
Pendidikan penganggur
Persen penganggur menurut jenjang, 2025.
Peta kecamatan Kota Medan
Perbandingan 21 kecamatan
Klik judul kolom untuk mengurutkan, klik baris untuk menyorot di peta. Kolom penduduk menurut pekerjaan memakai data 2023 (laki-laki + perempuan); "belum/tidak bekerja" termasuk anak-anak dan ibu rumah tangga, bukan angka pengangguran, dan "pelajar/mahasiswa" mencakup murid SD sampai mahasiswa.
| Kecamatan | Murid SMA | Sekolah SMA | SMK 2026 | Murid/guru | Murid/km² | BKK | PBJ 2025 | Resp. warga | % mencari | Resp. DUDI | Belum/tidak bekerja 2023 | Pelajar/mhs 2023 | Wiraswasta 2023 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pembanding tingkat kota: 2023 vs 2025
Angka 2025 adalah total Kota Medan dari Data Kependudukan Bersih 2025 (Dinas PMD Dukcapil Provinsi Sumatera Utara); rincian per kecamatan untuk 2025 belum tersedia. Angka 2023 adalah jumlah 21 kecamatan dari tabel di atas. Penurunan wiraswasta yang besar kemungkinan karena perbedaan pengelompokan atau pembersihan data, bukan perubahan nyata; bandingkan dengan hati-hati.
| Pekerjaan | 2023 (21 kecamatan) | 2025 (Kota Medan) | Selisih | Perubahan |
|---|
Peserta BPJS Ketenagakerjaan penerima upah, Kota Medan 2020–2024
Total tenaga kerja penerima upah yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (Satu Data Kota Medan). Hanya total; rincian lima kelompok di berkas sumber belum berlabel sehingga tidak ditampilkan. Penurunan 2021–2022 kemungkinan dampak pandemi.
Pencaker vs penempatan per jenjang, 2025
Penempatan dalam negeri. Lulusan SMA/SMK dan sarjana mendominasi pendaftar.
Pencaker menurut kelompok usia, 2025
Jumlah pendaftar AK/1 setahun.
Jalur penempatan 2025
Dalam negeri (hijau) lewat job fair dan tracer study BKK; luar negeri (warna lain) per skema.
Informasi pasar kerja 2026
Data IPK Disnaker Kota Medan.
| Indikator | L | P | Total | Satuan | Periode |
|---|
Status BKK di sistem Disnaker
Data BKK 2026. Catatan: IPK 2026 hanya menghitung BKK yang terdaftar penuh.
Daftar BKK (— ditampilkan)
| Lembaga | Kecamatan | Status | Anggota | Lokasi |
|---|
Dari Google Sheets jawaban Survei DUDI, diperbarui otomatis tiap jam (07.00–22.00 WIB). Dengan responden sedikit, baca sebagai indikasi awal.
Kompetensi yang paling perlu dilatih
—
Cara membaca: makin panjang batang, makin besar kekurangan pelamar dibanding yang dibutuhkan usaha. Kekurangan = skor yang dibutuhkan usaha dikurangi skor kemampuan pelamar, keduanya dinilai DUDI pada skala 1–5. Prioritas tinggi bila kekurangan 0,5 atau lebih, sedang 0,25–0,49, rendah di bawah 0,25.
Hambatan usaha
Rata-rata skor 1–5 (makin tinggi makin menghambat).
Dukungan yang diminta dari Pemkot
Jumlah usaha yang memilih (maks. 3 pilihan).
Penyebab posisi sulit diisi
Jumlah usaha yang memilih.
Saluran rekrutmen
Jumlah usaha yang memilih.
Sektor usaha responden
Jumlah usaha.
Perkiraan kebutuhan tenaga kerja 1–3 tahun
Jumlah usaha.
Dari Google Sheets jawaban Survei Masyarakat, diperbarui otomatis tiap jam (07.00–22.00 WIB). Survei ini tidak memuat nama; peta hanya sampai tingkat kecamatan.
Hambatan mendapatkan pekerjaan
Jumlah responden yang memilih (maks. 3).
Pelatihan yang paling dibutuhkan
Jumlah responden yang memilih.
Program Pemkot yang dibutuhkan
Jumlah responden yang memilih.
Status kegiatan utama
Jumlah responden.
Pendidikan terakhir
Jumlah responden.
Ekspektasi upah per bulan
Dikelompokkan dari jawaban teks bebas.
Sektor yang diminati
Sepuluh teratas.
Sumber informasi lowongan
Jumlah responden yang memilih.
Simulasi sistem dinamis: jalan menuju 50.000 pekerja unik
—
Cara membaca indikator simulasi
- Simulasi
- Perkiraan bulan demi bulan (Jan 2026–Des 2029) bila asumsi di panel kiri terjadi. Bukan data realisasi; ubah skenario atau geser parameter untuk melihat dampaknya.
- Pekerja unik tervalidasi
- Hanya dihitung bila orangnya masih bekerja setelah 12 bulan (retensi) dan belum pernah tercatat sebelumnya (de-duplikasi NIK), supaya satu orang tidak dihitung dua kali.
- Kanal
- Jalur asal pekerjaan: penempatan Disnaker (AK/1, job fair, BKK), komitmen rekrutmen DUDI mitra, lulusan BLK/LPK, wirausaha baru hasil pelatihan, dan investasi baru (DPMPTSP/OSS).
- Kebutuhan per bulan
- 50.000 dibagi 48 bulan, sekitar 1.042 pekerja per bulan. Bila rata-rata simulasi di bawah angka ini, target belum terkejar.
- Tingkat pengangguran terbuka (TPT)
- Penganggur dibagi angkatan kerja (penganggur + pekerja). Turun = membaik.
- Indeks gap kompetensi
- Skala 0–1: 0 berarti keterampilan pencari kerja sudah sesuai kebutuhan DUDI, 1 berarti sama sekali tidak sesuai. Naik bila teknologi berubah lebih cepat daripada pelatihan; turun bila pelatihan berhasil menutup gap. Gap yang tinggi memperkecil peluang semua kanal menempatkan orang.
- Mitra DUDI aktif
- Perusahaan yang berkomitmen merekrut lewat program. Bertambah sesuai pertumbuhan mitra dan reputasi penempatan (loop R1).
- Warna hijau / merah
- Hijau = bergerak ke arah yang diinginkan, merah = menjauh dari target.
Parameter skenario
Nilai awal model (penganggur, penempatan, rencana rekrutmen DUDI, gap kompetensi) diambil dari data; parameter di bawah adalah asumsi kebijakan.
Akumulasi pekerja unik tervalidasi per kanal
Bulanan Jan 2026–Des 2029, setelah retensi bulan ke-12 dan de-duplikasi NIK. Titik = realisasi penempatan Disnaker s.d. TW III 2026.
Tingkat pengangguran terbuka
Persen angkatan kerja yang menganggur tiap bulan. Garis turun = membaik.
—
Indeks gap kompetensi (0–1)
Seberapa jauh keterampilan pencari kerja dari kebutuhan DUDI: 0 = sesuai, 1 = tidak sesuai. Garis turun = pelatihan menutup gap.
—
Mitra DUDI aktif
Jumlah perusahaan yang berkomitmen merekrut lewat program. Makin banyak, makin besar kanal DUDI.
—
Pekerja tervalidasi per bulan
Pekerja baru yang lolos validasi tiap bulan. Garis putus-putus = kebutuhan ±1.042 per bulan.
—
Rincian per bulan menurut kanal
Hasil simulasi skenario aktif. Kolom kanal = tambahan pekerja pada bulan itu (setelah retensi, sebelum de-duplikasi NIK); "Tervalidasi bulan ini" dan "Kumulatif" sudah setelah de-duplikasi. "% dari 50.000" = kumulatif dibagi target; "% capaian" = kumulatif dibagi target kumulatif bila 50.000 dibagi rata ke 48 bulan.
| Bulan | Disnaker | DUDI mitra | BLK/LPK | Wirausaha | Investasi | Tervalidasi bulan ini | Kumulatif | % dari 50.000 | Target kumulatif | % capaian |
|---|
Struktur stok dan aliran
Nilai di kotak = kondisi akhir simulasi (Des 2029). R = loop penguat, B = loop penyeimbang.
Analisis sensitivitas
Parameter yang paling menggeser capaian akhir 2029 bila dinaikkan atau diturunkan 20% dari skenario aktif.
Kondisi awal model dari data
| Variabel | Nilai |
|---|
Penguatan BLK: dari pencetak lulusan ke pelatihan yang dipesan industri
Halaman ini menjawab kebutuhan Disnaker: kurikulum dan program BLK, peran Disnaker sebagai penghimpun balai pelatihan, dukungan kebijakan, standar pelatihan, dan fokus pada jenjang pendidikan serta jabatan pencari kerja. Naskah lengkapnya ada di dokumen Rekomendasi Kebijakan Penguatan BLK Kota Medan.
Rencana kelas BLK: gedung 20 ruang × 20 peserta
—
Cara membaca: kenapa rombongan bisa lebih banyak dari jumlah ruang?
Ruang dipakai bergantian seperti jadwal kuliah. Pelatihan pendek (2–3 minggu) selesai lebih dulu, lalu ruangnya dipakai rombongan berikutnya pada bulan yang sama. Yang dihitung di kotak ① adalah rombongan yang mulai belajar dalam sebulan; yang belajar bersamaan tidak pernah lebih dari jumlah ruang.
| Contoh ruang | Minggu 1 | Minggu 2 | Minggu 3 | Minggu 4 | Rombongan mulai |
|---|---|---|---|---|---|
| Ruang juru masak (160 JP, 20 hari) | Rombongan A | Rombongan A | Rombongan A | Rombongan A | 1 |
| Ruang kasir (80 JP, 10 hari) | Rombongan B | Rombongan B | Rombongan C | Rombongan C | 2 |
| Ruang kewirausahaan (64 JP, 8 hari) | Rombongan D | D lalu E | Rombongan E | Rombongan F | 2–3 |
| Ruang teknik (240 JP, 30 hari) | Rombongan G | Rombongan G | Rombongan G | Rombongan G (lanjut) | 0,7 |
Dengan 20 ruang, rata-rata ±28 rombongan mulai setiap bulan (±560 orang), sementara di dalam gedung pada saat yang sama paling banyak 20 rombongan.
Atur skenario kustom
Menggeser salah satu nilai mengubah skenario menjadi Kustom; jumlah bulan operasi per tahun mengikuti skenario Moderat.
Target per tahun
Peserta, lulus kompeten (asumsi 85%), dan bekerja/berusaha (asumsi 70% dari lulusan). Garis putus-putus = realisasi bekerja/berusaha bila sudah diisi Disnaker.
Kelas dan sertifikasi per program
Untuk tahun yang dipilih. Porsi ruang per program ditetapkan dari rekomendasi gabungan (60% kebutuhan DUDI, 40% minat warga) per survei 14 Oktober 2026; lihat kartu dua rekomendasi di bawah untuk versi terkini; Lama pelatihan mengikuti ketentuan di FAQ SIDUTA Disnaker Medan: 1 JP = 45 menit, paling banyak 8 JP per hari, pelatihan Senin–Jumat (Sabtu opsional), sehingga 1 minggu = 5 hari kerja; pelatihan full online paling sedikit 40 JP. Nomor SKKNI tiap skema dicek ke LSP berlisensi BNSP.
| Program | Sasaran | Durasi | Rombongan/bulan | Rombongan/tahun | Peserta/tahun | Jabatan tujuan | Sertifikasi |
|---|
Dua rekomendasi program: kebutuhan DUDI dan minat masyarakat
Dihitung otomatis dari survei terbaru. Skor DUDI = jumlah usaha yang menyebut jabatan itu direkrut, sulit diisi, atau pelatihannya diminta. Skor masyarakat = jumlah pilihan pelatihan yang diminati warga (maks. 3 pilihan). Porsi ruang = skor program ÷ total skor; kelas per bulan dan peserta per tahun untuk skenario Moderat 2029 (20 ruang × 20 hari × 8 JP). Arahkan kursor ke skor untuk melihat rinciannya.
—
Rekomendasi gabungan (paling rasional)
Cara hitung: (1) skor DUDI dan skor warga masing-masing diubah menjadi porsi agar setara, karena jumlah warga dan pilihan jauh lebih banyak; (2) porsi gabungan = bobot DUDI × porsi DUDI + bobot warga × porsi warga. Bobot awal 60% DUDI karena ukuran keberhasilan kajian adalah warga yang bekerja, dan 40% warga karena kelas hanya terisi bila diminati. Bobot DUDI tidak 100% karena sampel DUDI masih kecil.
—
| # | Program | Porsi DUDI | Porsi warga | Porsi gabungan | Rombongan/bulan | Peserta/tahun | Arahan |
|---|
Rekomendasi A · mengikuti kebutuhan DUDI
| # | Program | Skor | Porsi ruang | Rombongan/bulan | Peserta/tahun | Dasar dari survei |
|---|
Rekomendasi B · mengikuti minat masyarakat
| # | Program | Skor | Porsi ruang | Rombongan/bulan | Peserta/tahun | Dasar dari survei |
|---|
Program yang samar (abu-abu) tidak muncul di survei tersebut. Rekomendasi A memberi jalur cepat ke pekerjaan; Rekomendasi B menjawab minat warga dan perlu dipadukan dengan magang di DUDI agar lulusan terserap.
Target BLK per bulan, —
Untuk skenario dan tahun yang dipilih di atas. Target tahunan dibagi rata ke bulan operasi (2026 hanya Oktober–Desember). "% target tahun" = porsi bulan itu dari target tahunnya; "% kumulatif" = capaian s.d. bulan itu terhadap total 2026–2029 skenario ini.
| Bulan | Rombongan mulai | Peserta | Lulus kompeten | Bekerja/berusaha | % target tahun | Peserta kumulatif | % kumulatif peserta | Bekerja kumulatif | % kumulatif bekerja |
|---|
Target dan realisasi per tahun
Kolom realisasi diisi dari data BLK; kirimkan datanya dan dashboard akan memperbaruinya.
| Tahun | Ruang aktif | JP/hari | Rombongan/bulan | Rombongan/tahun | Target peserta | Target lulus | Target bekerja | Instruktur | Realisasi peserta | Realisasi bekerja |
|---|
Ditempatkan per 100 pendaftar menurut jenjang, 2025
Penempatan dalam negeri dibanding pencaker terdaftar (AK/1). Di atas 100 berarti ada penempatan dari jalur lain, terutama tracer study BKK.
Kesiapan DUDI bermitra dengan BLK
Jumlah usaha yang menjawab "Ya" dari seluruh responden DUDI.
Jabatan yang akan direkrut DUDI
Jawaban bebas dikelompokkan; jumlah usaha.
Jabatan yang sulit diisi
Jumlah usaha.
Jabatan yang diinginkan pencari kerja
Jawaban bebas dikelompokkan; jumlah responden.
Bidang pelatihan yang diminta DUDI
Jumlah usaha.
Pelatihan yang diminati warga
Jumlah responden (maks. 3 pilihan).
Format pelatihan yang diinginkan warga
Durasi, waktu, dan metode; jumlah responden.
Rekomendasi kebijakan
- Kurikulum bersama industri. Komite kurikulum per kejuruan (instruktur BLK, DUDI pemakai lulusan, asesor LSP); program ditulis dalam format Program PBK dan didaftarkan di SIAPkerja; kompetensi digital dan layanan pelanggan masuk ke semua kejuruan.
- Program dari jabatan yang direkrut. Prioritas tata boga dan barista, pelayanan dan kasir, pemasaran digital dan konten, administrasi perkantoran digital; jalur konversi keahlian untuk sarjana; jalur SMA/SMK terhubung ke BKK; jalur wirausaha terhubung ke program UMKM.
- Disnaker sebagai penghimpun balai. Forum Jejaring Pelatihan Kota Medan (BLK, LPK/LKP, BKK, asosiasi industri), satu kalender dan satu pintu pendaftaran, satu basis data peserta berbasis NIK sejalan dengan Medan Satu Data.
- Payung kebijakan. Peraturan Wali Kota tentang UPTD BLK sesuai Permendagri 12/2017; perjanjian kerja sama BLK–DUDI untuk magang dan rekrutmen; insentif bagi DUDI mitra.
- Anggaran berbasis kinerja. Dana pelatihan dikaitkan dengan kelulusan uji kompetensi dan penempatan; prioritas belanja untuk instruktur bersertifikat dan alat praktik.
Dasar regulasi
- Permendagri 12/2017: pembentukan dan klasifikasi UPTD. Mengatur kelembagaan BLK sebagai UPTD Disnaker: syarat pembentukan, SOP, jabatan fungsional, kelas A/B.
- Permenaker 6/2025: penyelenggaraan pelatihan vokasi. Mengatur mutu pelatihan: PBK mengacu SKKNI, kurikulum dan silabus, instruktur bersertifikat, sertifikasi BNSP; mencabut Permenakertrans 8/2014.
- RPJMD Kota Medan 2025–2029: Misi Unggul (SDM dan ekonomi berdaya saing, termasuk ketenagakerjaan) dan semangat Medan Satu Data.
Data pencaker menurut jabatan belum ada di berkas Disnaker; sisi jabatan dibaca dari survei kajian sampai data AK/1 per jabatan tersedia.
Sumber data
- Survei DUDI dan Survei Masyarakat: Google Sheets jawaban formulir kajian, disalin otomatis tiap jam sehingga semua pembaca melihat angka yang sama tanpa perlu akses ke spreadsheet. Nama usaha, nama responden dan kelurahan tidak disalin.
- Baseline 2025: BPS sebagaimana dirangkum di bahan paparan Kajian BRIDA (penduduk usia kerja, angkatan kerja, TPT, TPAK, struktur sektor, formalitas, pendidikan penganggur).
- Disnaker Kota Medan: pencaker terdaftar 2025 per pendidikan dan usia, penempatan 2025 dalam/luar negeri per bulan dan jalur, Data Informasi Pasar Kerja 2026, Data BKK 2026, daftar hadir PBJ 2025 (hanya jumlah peserta per sekolah).
- BPS Kota Medan: sekolah, guru dan murid SMA per kecamatan tahun ajaran 2025/2026, serta luas wilayah kecamatan.
Catatan peta GIS
- Batas kecamatan didigitasi dari gambar peta wilayah Kota Medan yang diberikan tim kajian, lalu diberi koordinat perkiraan. Bagian kosong pada peta mengikuti gambar acuan. Untuk batas presisi, muat GeoJSON resmi (BIG/BPS) di halaman Peta.
- Muat GeoJSON batas kecamatan (misalnya dari BIG atau BPS) lewat tombol di halaman Peta; nama kecamatan dicocokkan otomatis dari atribut fitur. Berkas hanya dibaca di browser Anda.
- Kecamatan BKK ditetapkan dari alamat. Kolom "Lokasi" di tabel BKK menandai mana yang tertulis jelas di alamat dan mana yang diperkirakan dari nama jalan.
Model sistem dinamis
- Langkah bulanan, Januari 2026 sampai Desember 2029. Stok: pencari kerja, pekerja, peserta pelatihan, mitra DUDI, indeks gap kompetensi, pekerja unik tervalidasi.
- Kanal penciptaan kerja: penempatan Disnaker (titik awal = realisasi 2026 disetahunkan), komitmen rekrutmen DUDI (rata-rata rencana per usaha × porsi warga Medan × realisasi), lulusan BLK/LPK yang ditempatkan, wirausaha baru, dan investasi baru.
- Yang dihitung ke target hanya pekerja unik: dikali retensi bulan ke-12 dan dikurangi pencatatan ganda antarinstansi, sesuai definisi pekerja unik berbasis NIK di kajian.
- Umpan balik: R1, keberhasilan penempatan menaikkan minat DUDI; B1, pelatihan menurunkan gap kompetensi yang menaikkan efektivitas penempatan; B2, stok pencari kerja membatasi serapan per bulan; ditambah pergeseran kompetensi akibat teknologi dari jawaban DUDI.
- Parameter selain kondisi awal adalah asumsi skenario. Angka simulasi adalah proyeksi, bukan realisasi.
Kontak
Pertanyaan, koreksi data, atau pengiriman data terbaru (pencaker per jabatan, realisasi BLK) dapat disampaikan ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan: brida@medan.go.id
Keterbatasan
- Responden survei masih sedikit dibanding target sampel kajian, sehingga persentase dapat berubah besar setiap ada jawaban baru.
- Isian bebas (misalnya rencana rekrutmen "3-5") diambil nilai tengahnya; isian yang tidak berisi angka diabaikan.
- Data IPK 2026 mencatat jumlah BKK terdaftar jauh lebih kecil daripada daftar BKK di sistem; keduanya ditampilkan apa adanya.
- Pencaker dan penempatan Disnaker tidak dipetakan per kecamatan karena data sumber tidak memuat kecamatan.